Sharing Group November 2008

Setelah libur amat sangat panjang sejak bulan puasa, akhirnya keluarga besar YRSI bertemu kembali pada pertemuan reguler, sharing group, pada sabtu 15 november 2008 di brawijaya 8 no 22, kebayoran baru pada pukul 2 siang.

Kali ini temanya hanyalah ramah tamah setelah lama tidak berkumpul dan sharing mengenai Nilai Positif Parents yang dapat ditularkan kepada Anak.

 

Pada kesempatan ini kita kedatangan 3 orang tua yang baru saja mengetahui adanya gangguan pendengaran pada anaknya yaitu Lucia mama si kembar Valerie dan Veryn, Catherine mama Gisele dan mama Dewi. Valerie dan Veryn adalah anak perempuan kembar berumur 1 tahun 8 bulan yang baru 2 minggu lalu diketahui memiliki gangguan pendengaran berat sampai 90 dB. Hal ini diketahui dari cerita mamanya yang mencurigai tingkah laku gadis cilik kembar ini yang tak pernah menoleh ketika dipanggil namanya. Kemudian ada Gisele sang putri kedua yang berumur 3 tahun dan baru diketahui memiliki gangguan pendengaran berat sampai 90 dB. Mamanya menyampaikan bahwa hal ini sangat berat bagi mereka karena papanya pun masih sangat sulit menerimanya sedangkan mereka menaruh harapan yang tinggi pada masa depan Gisele. Ada juga Dewi yang berumur 3 tahun dan baru diketahui memiliki gangguan pendengaran sekitar 2 bulan lalu. Cerita ini membangkitkan ingatan lama bagi keluarga besar YRSI yang lain kepada masa – masa dimana kami semua juga melewati tahapan itu. Satu persatu keluarga YRSI seperti Agnes mama Ricky, Izna mama Lorna, Julie mama si kembar Baron-Bowen, Tina mama Valencia, Ined mama Hegar, Yani mama Yossiah dan mama lainnya membagi cerita mereka untuk menguatkan hati ketiga mama tersebut agar tabah dan terus tegar menjalani perjuangan yang panjang dan berat ini karena di ujung jalan nanti, kebahagiaan anak – anak kita telah menanti.

Selanjutnya adalah cerita Mita yang menderita gangguan pendengaran sejak lahir dan terbantu dengan alat bantu dengar. Mita yang kini sudah memiliki seorang bayi lucu nan mungil datang dari keluarga dengan 3 saudara yang memiliki gangguan pendengaran lainnya. Mita menceritakan betapa dia tak pernah malu memiliki kekurangan semasa kecil hingga dewasa, bahkan Mita berhasil menjadi Juara Mayorette Marching Band sewaktu SMA tanpa ada yang menyadari gangguan pendengarannya. Mita juga selalu berprestasi baik di sekolah yang merupakan sekolah umum (bukan SLB) dan mengikuti banyak kegiatan lain sebagaimana anak – anak normal lainnya. Mita berpesan agar semua orang tua jangan pernah ragu dengan masa depan putra – putri mereka karena jika Mita saja bisa menjalani hidup ini sebaik-baiknya, maka putra – putri kami pun juga bisa demikian asalkan diberikan kasih sayang dan dibiarkan memiliki kepercayaan diri dalam mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya.

Acara diakhiri dengan temu kangen dan bertukar kabar antara keluarga besar YRSI sambil juga berbagi tips dan trik terbaru dalam pelatihan anak – anak hearing impaired kami. Harapan tetap membentang bagi kami semua akan masa depan anak – anak kami yang menjadi lebih baik dengan saling menguatkan dan berbagi.

Foto - foto dapat dilihat di Photos of Sharing Nov08